Tri Pamuji Sayangkan Keterlambatan Pembayaran Honor Penggali Kubur Jenazah Covid-19

PORTALJABAR,- Sejumlah petugas dan penggali jenazah di TPU Dipati Ukur sejak Januari 2021 hingga kini belum menerima honor.

Total pagu anggaran sebesar Rp299 juta yang diusulkan termasuk pengadaan peti mati tahun lalu, yang seharusnya masuk ke pos BTT, namun kini anggaran tersebut masuk ke DPA Dinkes.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjar dari Fraksi PDI Perjuangan Tri Pamuji Rudianto sangat menyayangkan kejadian tersebut.

"Kami menyayangkan adanya kejadian terlambatnya pembayaran honor kepada petugas penggali kubur jenazah covid-19 ini," kata pria yang akrab disapa Rudi ini, Rabu (28/4).

Menurutnya, jika dilihat dari sisi perencanaan pembangunan daerah hal ini memperlihatkan adanya kelemahan Perangkat Daerah.

Terlebih hingga bulan April ini belum terbayarkan.

"Kalau dilihat  dari sisi administrasi tata kelola keuangan daerah harusnya tidak terlambat separah ini. Ini memperlihatkan kelemahan perangkat daerah kota Banjar," imbuhnya

Rudi merasa aneh, pasalnya jika  disimak apa yang disampaikan Dinkes dan DLH mencerminkan kelemahan harmonisasi antar dinas sangat gamblang.

"Terlihat dari pernyataan dua pejabat dinas tersebut. Ketidaksiapan proses transisi tata kelola keuangan daerah sebagaimana termaktun dalam Permendagri No. 90 Tahun 2019 , terlihat begitu gamblang kelemahan yang terjadi pada perangkat daerah kota Banjar," tukasnya.

Diketahui sebelumnya Kepala Bidang Pertamanan DLH Kota Banjar mengakui bahwa keterlambatan honor tersebut karena  menunggu proses recofusing selesai sampai di tetap Walikota.

Sementara terkait anggaran yang masuk ke DPA Dinkes dakui oleh kepala Dinas dan pencairannDLH.menunggu singgkronisasi data dengan DLH

Rudi berharap Wali Kota melalui Sekretaris Daerah bisa mengambil langkah -langkah strategis supaya kedepan tidak lagi ada perangkat daerah yang lalai dan tidak mengikuti proses transisi ini.

"Harapan kami Pemda bisa mengambil langkah - langkah strategis sehingga tidak perlu terjadi pelemahan pelayanan publik," pungkasnya. (yos)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News