Dikira Panas Biasa, Bocah asal Purwakarta Tewas Terkena Virus Difteri

PURWAKARTA-  Diduga terindikasi virus Difteri, seorang anak asal kampung kerajan RT 4/1, Desa Maracang, Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta Muhammaf Rafli Zakwan Asykar (11) meninggal dunia di RSUD Bayu Asih pada Jumat malam (8/12).

Meninggalnya putra dari pasangan suami istri Abdul Rahman (38) dan Sulastri  (32) itu luput dari pemantauan pemerintah setempat.

Ketika itu, pihak rumah sakit sudah mengindikasikan gejala yang mengarah pada penyakit difteri. Pasien pun tidak sempat masuk ruangan karena diketahui telah menghembuskan nafasnya ketika sedang dalam perjalanan ke RSUD Bayu Asih. 

Ibu pasien, Sulastri mengatakan anak pertamanya itu awalnya mengeluh sakit tenggorokan dan nyeri menelan. Disangka panas dalam biasa, sehingga cukup dengam obat warung berupa cairan pereda panas dalam. Namun berkali-kali dikasih obat itu, penyakitnya tidak sembuh-sembuh. Bahkan kemudian, Rafli mengalami demam yang memaksa kedua orang tuanya untuk membawa ke rumah sakit.

"Kami tidak tahu jika penyakit itu terindiikasi difteri. Sekarang pun saya merasa khawatir dengan tiga adik-adiknya yang masih kecil-kecil, yakni yang masih berusia 10, 6, dan 4 tahun. Mereka kini juga mengalami demam. Sejauh ini belum ada penanganan khusus dari pemerintah setempat pascameninggalnya anak pertama kami," kata Sulastri kepada sejumlah awak media, Senin (11/12).

Hal yang sangat disayangkan, berdasarkan kabar yang beredar, kepala desa setempat tidak melakukan langkah-langkah yang seharusnya dilakukan terkait kecurigaan adanya penyakit difteri. Yang bersangkutan hanya sosialisasi kepada masyarakat setempat bahwa kasus itu bukanlah difteri.

Sebelumnya diketahui, Kabupaten Purwakarta berstatus kejadian luar biasa (KLB) difteri, menyusul 29 kasus yang muncul sepanjang 2017 ini. Bahkan beberapa wakti lalu, empat pasien sempat dirawat di sejumlah rumah sakit. (Rhu)

Tags:

Berita Terkait

Related News