Mengenal Lebih Dekat Kang Didin, Si Anak Kampung Sukses Jadi Tukang Insinyur

PORTALJABAR.NET- Di tahun 90-an siapa yang tak kenal dengan si Doel, Anak Betawi asli. Sang tukang insinyur yang diperankan oleh Rano Karno dalam film seri “Si Doel Anak Betawi”.

Bukan hanya si Doel, kini seorang anak kampung bernama Didin Mahrudin menjadi kebanggan bagi warga Desa Pasirkamuning Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang berhasil menjadi Tukang Insinyur. Sudah banyak hasil karyanya tersebar di berbagai tempat di seluruh wilayah Nusantara.

Sebut saja pembangunan jembatan Cipamingkis di Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor yang sempat amblas karena gerusan air sungai.

Untuk membangun kembali jembatan yang sangat vital itu diperlukan keahlian kecermatan dan ketelitian serta biaya  tidak sedikit agar dikemudian hari tidak lagi terjadi amblas, mengingat jembatan itu berada di ruas jalan provinsi, Cibubur – Cianjur yang selalu ramai dilalui kendaraan.

Pembangunan itu sukses bahkan selesai lebih awal. Seminggu lebih cepat dari jadwal. Hal ini sempat mendapat pujian dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Guntoro, yang sempat khawatir pembangunan tidak bisa selesai tepat waktu.

Bukan hanya Kepala Dinas, bahkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ketika mengunjungi jembatan tersebut, juga sempat menyampaikan pujian. Aher memberi apresiasi tinggi kepada pelaksana PT Mutiara Indah Purnama dari Belko Grup, tempat Didin bekerja, yang telah menyelesaikan pekerjaan tepat waktu bahkan lebih awal.

Terlahir di sebuah kampung di Desa Pasirkamuning Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang. Sebuah desa yang letaknya 25 km dari pusat kota Karawang. Orang tuanya memberi nama Mahrudin. Panggilannya Didin.

Namun karena dia pandai bergaul, maka orang tak sungkan untuk bercengkerama dengan bebas, termasuk memanggil dengan sebutan ala anak muda. Didin Mahrudin si anak kampung itu akrab dipanggil Bule, karena sejak kecil memang dia punya kulit yang putih.

Lulus SMA “Bule” melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi di Bandung yaitu Akademi Teknik Pekerjaan Umum (ATPU). Lulus tahun 1991. Dengan modal keahlian Sarjana Muda yang diperolehnya dari ATPU dia berkelana di dunia arsitektur bangunan. Pengalamannya di berbagai proyek sebagai konsultan dia jadikan wahana ilmu yang dimilikinya. Pendidikan sarjana (S1) diraihnya pada tahun 2015  dan behasil menggondol ijasah insinyur (Ir).

Ditengah-tengah kesibukannya pria yang mendapatkan jodoh gadis Cirebon dan telah menghasilkan turunan tiga anak itu, juga sempat berseloroh bahwa di masa tua nanti hidupnya ingin lebih bermanfaat buat orang banyak terutama di desa tempat dia terlahir kedunia dan tumbuh dewasa. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News