Keren! Desainer Art asal Kuningan ini Sudah Mendunia

PORTALJABAR.NET- Di Kabupaten Kuningan, tepatnya di Desa Cipondok, Kecamatan Kadugede, terdapat satu keluarga yang semuanya menjadi seniman. Terlahir dari bakat murni, sebagai anak dari seorang seniman pelukis. Mereka tiga bersaudara, Gegen, Tezar, dan Topan.

Topan, bungsu dari tiga bersaudara tersebut ditemui portaljabar.net di Regazev Art Shops, Desa Cipondok, Kecamatan Kuningan, Minggu (04/03/2018). Dia mengatakan, seni desain grafis bisa menjadi industri yang berbasis kekuatan ide, imajinasi, daya cipta, dan kecakapan teknis yang melahirkan berbagai produk kreatif.

Produk kreatif itu diciptakan secara digital maupun manual, yang memiliki makna kebudayaan dan ekonomis bagi pelaku dan masyarakat pendukungnya. “Sebagai anak dari seniman khususnya seni rupa, dari kecil saya sudah diasah bakat alami dalam hal menggambar," ungkapnya.

Dia menuturkan, Gegen kakak tertuanya berbekal ilmu yang didapat dari perguruan tinggi, bisa bekerja di sebuah industri komik. Ilmu yang ditimba dari jalur akademis kakaknya Gegen membawanya bekerja ke industri.

"Namun, kasih sayang seorang kakak, ilmu yang ia punya diajarkan kembali ke kakak saya yang bernama Tezar. Kakak saya yang bernama Tezar, dikenal idealis. Ia menganggap akademis hanya kebanyakan teori, hingga tidak melanjutkan kuliahnya. Tapi pencariannya kuat, hingga bisa menemukan relasi-relasi dari luar negeri," kata Topan.

Berawal dari mengikuti kontes yang diadakan oleh sebuah perusahaan marchandise band-band terkenal asal luar negeri seperti, Slip Knot, Limb Bizkit, Bring Me The Horizon dan sebagainya. Kedua kakaknya Topan, sibuk dengan banyak mendapat order desain dari berbagai perusahaan marchandise artist luar negeri.

“Dulu kakak-kakak saya, mengikuti kontes level internasioanal yang diselenggarakan Mintees Art. Sampai-sampai kakak saya Gegen begitu baiknya, berani meninggalkan pekerjaannya, agar bisa intens membimbing Tezar. Alhamdulillah, mereka bisa menang dan mendapat hadiah sebesar $ 2.000, ditambah hadiah trophy senilai $ 500," ucap Topan.

Dengan keberhasilan tersebut menjadikan sebuah keberanian untuk tiga saudara kandung ini untuk menjadikan rumahnya sebagai industri kreatif. Mulai dengan menjual lukisan, sablon kaos dan menjual design grafis sesuai pesanan client.

Dan Topan pun, yang awalnya sekedar memperhatikan keberhasilan orang tua dan kakak-kakanya, diapun mengikuti jejak kesuksesan itu dengan belajar secara otodidak.

Menurutnya, untuk menciptakan karya tidak selalu harus dengan mengenyam pendidikan kuliah tinggi. Hingga kini dirinya pun mampu sukses, dan bisa memproduksi rupa-rupa marchandise dengan brand label Regazev.

“Saya juga sering kalau mengikuti kontes desain tingkat internasional. Karena saya pun tak mau kalah dari kakak-kakak saya. Alhamdulillah, saya juga pernah memenangkan kontes yang diselengarakan oleh Treadless Artist Shops dengan tema Mistycal Halloween, dan setelahnya saya banyak mendapat orderan dengan berbagai tema," pungkas Topan. (Erx)

 

BACA JUGA :

KPU KUNINGAN BANTU KORBAN BENCANA MALEBER

 


 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News