Kades Mantan TKI ini, Peduli Berdayakan Purna PMI

KUNINGAN – Titin Kartini, Kepala Desa Babakan Mulya, Kecamatan Jalaksana, sebagai mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dirinya begitu peduli memperhatikan nasib para purna Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Saya berangkat bekerja ke Al Dawadhni, Saudi Arabia, sekitar tahun 1990. Usia saya waktu itu 15 tahun, baru lulus SMP," ungkap Kades Babakan Mulya.

Diceritakannya, setibanya kembali ke tanah air, Titin berjuang untuk meniti karir di kampung halamannya sendiri, sampai sekarang dirinya terpilih menjadi seorang kepala desa. Dan, mampu membentuk organisasi paguyuban purna PMI di desanya, dengan anggota sampai hari ini berjumlah 78 orang. 

Menurutnya, TKI, khususnya bagi kaum perempuan, apabila memiliki keterampilan dan kecakapan khusus, tidak perlu jauh-jauh bekerja ke luar negeri. Untuk itu, dirinya mengadakan kegiatan pelatihan yang diperuntukan kepada para purna PMI yang sudah kembali dari luar.

Dengan perannya sebagai Kepala Desa, dirinya selalu mencari program dari pemerintah untuk TKI. Dan, untuk kegiatan pelatihan, dilakukannya koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kuningan, hingga ditembuskan ke Disnaker Provinsi Jawa Barat.

Permohonannya pun dikabulkan oleh Dinas tersebut, hingga sekarang bisa menggelar pelatihan keterampilan menjahit, yang berlangsung dari mulai tanggal 13 Maret 2018 sampai dengan 26 Maret 2018, diikuti oleh 25 orang purna PMI, 20 orang warga Desa Babakan Mulya, dan 5 orang dari Desa Sidamulya, Kecamatan Jalaksana.

“Babakan Mulya ini, salah satu desa yang menjadi kantung TKI. Oleh karena itu, dengan kesamaan tujuan, kami para purna PMI, bagaimanapun kami ini dulu adalah pahlawan devisa bagi negara. Maka, pemerintah harus memperhatikannya," tandas Titin. (erx)

 

BACA JUGA :

RATUSAN HEKTAR LAHAN TAMBANG PASIR DIUBAH PEMDES CIBULAN JADI AREAL PERTANIAN KEDELAI



 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News