Ina-Ban Tuntut Larangan Penggunaan Asbestos Masuk Dalam Perda Bangunan Gedung

Portal Donasi

BANDUNG-Puluhan Aktivis anti asbestos yang tergabung dalam Indonesia Ban-Asbestos (Ina-Ban) Selasa (16/10/2018), mendatangi Gedung DPRD kota Bandung. Dalam unjuk rasa nya, Ina-Ban bersama Walhi Jawa Barat dan Lion Indonesia, mendesak Pansus 6 DPRD Kota Bandung memasukan ketentuan larangan penggunaan Asbestos dan Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) dalam revisi Perda Bangunan Gedung.

"Kami menuntut pemerintah kota Bandung  mengedepankan hak masyarakat untuk hidup sehat. Untuk itu, pemerintah harus tegas melarang penggunaan asbestos atau asbes sebagai material bahan bangunan” ungkap Rian Irawan, Koordinator Aksi, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP), dengan Komisi C DPRD kota Bandung.

Sementara itu, Koordinator Jaringan Ina-Ban, Firman Budiawan, mengungkapkan di Jawa Barat sendiri, ada 6 Pabrik pengolahan bahan baku asbes terbesar di Indonesia dengan jumlah pekerja mencapai sekitar 4.000 orang.

“Menyedihkan, pabrik terbesar berbahan baku asbestos ada di Jawa Barat, menaburkan debu asbes yang bukan hanya berbahaya bagi pekerjanya, tapi juga lingkungan. Jadi tidak ada alasan untuk menunda memasukan larangan penggunaan asbes dan B3 pada Revisi Perda Bangunan Gedung,” tegas Firman.

Menyoal aspirasi para aktivis tersebut, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Jhonson Panjaitan berjanji, akan membawa aspirasi ini untuk dibahas di Pansus bangunan gedung. 

"Saya akan perjuangkan keinginan memasukan pasal larangan penggunaan asbes dalam perda bangunan gedung," tukas politisi Hanura ini.

Di tempat sama, Ketua Pansus 6, Folmer Silalahi mengungkapkan, dalam pasal 58 raperda bangunan gedung, secara eksplisit sudah memasukan aturan itu bilamana ditinjau dalam sisi hukumnnya. Artinya sama saja dengan melarang atau supaya lebih mengikat kita akan ganti dengan bahasa hukum yang lebih tegas. 

"Kita akan buat lebih spesifik lagi, sehingga didalam Perda bangunan gedung, akan terlihat jelas telah mengakomodir larangan menggunaan bahan beracun dalam bangunan gedung," tutur Folmer. (edi).

Tags:

Berita Terkait

Related News