PORTAL JABAR,- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) tahun akademik 2023/2024 mengukir jejak positif dengan pelaksanaan kegiatan di Desa Pajaten yang mengusung tema berjudul “Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat melalui Integrasi Keilmuan untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri, Sehat, Produktif, dan Inovatif”. Di bawah bimbingan Ibu Uah Maspuroh, M.Pd, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang mengambil peran kunci dalam memandu dan mendukung mahasiswa KKN dalam merancang dan melaksanakan kegiatan di tingkat masyarakat.
Kegiatan KKN ini dilaksanakan selama 30 hari yang dimulai dari tanggal 3 Januari - 3 Februari 2024.
Kegiatan utama yang dilakukan oleh mahasiswa KKN adalah menggelar kegiatan sosialisasi dan praktik menanam sayuran serta buah dengan metode hidroponik di Desa Pajaten pada tanggal 20 Januari 2024. Acara yang dihadiri oleh Kepala Desa dan masyarakat setempat ini bertujuan untuk memberikan ilmu dan pemahaman baru bahwa bercocok tanam tidak hanya terbatas pada media tanah, namun juga bisa menggunakan media air.
Hamparan sawah yang sangat luas di Desa Pajaten menjadi latar belakang ideal untuk menjelajahi metode pertanian modern ini. Mahasiswa KKN Unsika membimbing masyarakat dalam merangkul konsep hidroponik sebagai alternatif penanaman yang efisien, terutama bagi warga yang tidak memiliki lahan yang luas.
Kepala Desa Pajaten, Ibu Hj. Nurheni S.Pd dalam sambutannya, menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang pertanian. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Unsika yang telah membawa ilmu baru ke desa kami. Ini adalah langkah positif untuk meningkatkan ketahanan pangan dan membantu warga yang memiliki keterbatasan lahan,” ujar Kepala Desa.
Sosialisasi yang digelar mencakup teori dan praktik langsung di lapangan. Mahasiswa KKN Unsika memperkenalkan cara menanam sayuran dan buah dengan menggunakan metode hidroponik, yang mengandalkan media air tanpa tanah. Masyarakat diajak untuk memanfaatkan benda sehari-hari, seperti botol dan galon bekas, yang dapat diubah menjadi wadah hidroponik yang praktis.
Salah satu peserta, Ibu Neneng, mengungkapkan kegembiraannya atas kegiatan ini. “Saya sangat senang bisa belajar cara menanam dengan hidroponik. Dengan memanfaatkan botol bekas, saya bisa menanam sayuran meskipun hanya memiliki halaman kecil di rumah saya. Ini sungguh inovatif!”
Kegiatan berlanjut dengan pembagian bibit dan perlengkapan hidroponik kepada masyarakat yang antusias untuk mencoba metode baru ini di rumah masing-masing. Para mahasiswa KKN berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan bimbingan lebih lanjut agar implementasi hidroponik di Desa Pajaten dapat berjalan sukses.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Pajaten dapat memperluas pengetahuan mereka dalam pertanian modern, meningkatkan produksi pangan lokal, dan pada akhirnya, menciptakan komunitas yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Mahasiswa KKN Unsika berhasil menggugah semangat gotong-royong dan inovasi di Desa Pajaten, menciptakan momentum positif untuk pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Penulis: Arie Widia Rahayu







